MENJELAJAH TATA SURYA
Halo anak-anak hebat Indonesia
Pada tulisan ini, kita akan membahas
materi tentang sistem tata surya.
Tata surya kita terdiri atas delapan planet.
Kedelapan planet tersebut mengelilingi Matahari sebagai pusatnya.
Manusia mempelajari sistem tata surya melalui
penelitian. Mereka melakukannya selama bertahun-tahun untuk menjawab misteri
tentang ruang angkasa.
Ada apa di sistem tata surya kita? Sistem
tata surya menjadikan Matahari sebagai pusatnya. Matahari adalah sebuah bintang
raksasa yang sangat panas seperti bola pijar. Di sekeliling bola berpijar, ada
lingkar cahaya berisi gas panas yang disebut corona. Suhu di permukaannya
hampir 6000 derajat Celsius. Suhu inti Matahari mencapai 15.000.000 derajat
Celsius. Percikan panasnya dapat membakar segala sesuatu hingga 97
kilometer. Namun, Matahari hanya tergolong
bintang sedang. Masih banyak bintang besar yang jauh lebih besar dan lebih
panas dari matahari.

Planet
apa yang terdekat dengan Matahari? Planet ini bernama Merkurius. Planet
Markurius berjarak limapuluh delapan juta kilometer dari Matahari. Merkurius
sulit terlihat di langit pada malam hari jika dilihat dari Bumi. Markurius baru
terlihat setelah Matahari terbenam, atau sebelum Matahari terbit. Keunikan dari
Merkurius adalah melesat cepat mengelilingi Matahari, tetapi berotasi sangat
lambat. Satu hari di Merkurius sama dengan 30 hari di Bumi.

Planet
berikutnya adalah planet Venus. Planet Venus merupakan planet terdekat dari
Bumi. Venus lebih panas dibanding
Merkurius yang lebih dekat dengan Matahari.
Hal ini terjadi karena Planet Venus memiliki lapisan atmosfer tebal yang
dilapisi awan. Oleh karena itu, pancaran sinar Matahari terperangkap di
dalamnya. Awan yang mengelilingi Venus menjadi salah satu keunikan planet ini.
Awan tersebut terlihat indah karena memantulkan cahaya Matahari. Selain itu,
Venus menjadi planet paling terang di antara planet-planet dalam sistem tata
surya. Venus melakukan rotasi dengan
arah yang berlawanan dengan arah rotasi planet-planet lainnya. Venus berotasi
searah dengan jarum jam. Satu hari di Venus sama dengan 243 hari di Bumi.
Planet
ketiga adalah Bumi yang disebut sebagai Planet Biru. Sebagian besar Bumi
ditutupi oleh lautan, sehingga nampak biru. Bumi diselimuti oleh udara tebal
yang disebut atmosfer. Fungsi dari atmosfer untuk menyaring panas dari Matahari
sehingga tidak terbakar.
Planet
setelah Bumi adalah Mars. Mars dijuluki sebagai Planet Merah. Planet ini disebut-sebut paling menyerupai
Bumi. Satu hari di Mars sama dengan 24,6 jam di Bumi. Ia juga memiliki kutub yang diselimuti es.
Suhu udara di Mars lebih dingin daripada suhu di Bumi, yaitu sekitar 63 derajat
Celsius di bawah nol, karena letak Mars
yang lebih jauh dari Matahari dibanding Bumi.
Mars juga memiliki lapisan atmosfer, namun lebih tipis dibanding
Bumi.
Planet
kelima adalah planet Jupiter. Jupiter adalah planet terbesar di dalam tata
surya. Suhu di planet ini pun sangat rendah, mencapai kurang lebih minus 100
derajat Celsius. Planet Jupiter merupakan planet yang sebagian besar terdiri
atas gas. Letak inti planetnya pun jauh di tengah. Planet ini memiliki bintik
merah yang ternyata merupakan badai raksasa.
Planet
keenam dalam sistem tata surya adalah planet Saturnus. Saturnus terlihat
memiliki cincin yang melingkari tubuhnya. Cincin tersebut terdiri atas lingkaran
bebatuan, debu, dan es yang terperangkap dalam orbit mengelilingi planet tersebut.
Saturnus merupakan gas raksasa yang berputar sangat cepat. Hal ini menyebabkan bagian
ekuatornya menggembung. Oleh sebab itu,
kutubnya tampak lebih datar dibanding planet lainnya. Saturnus
memiliki beberapa satelit yang lebih
banyak dibanding Bumi yang hanya memiliki satu. Salah satu satelit yang paling terkenal
yang mengelilingi Saturnus adalah Titan.
Planet
Uranus merupakan planet ketujuh dalam sistem tata surya. Planet Uranus berputar
miring karena porosnya yang hampir sejajar dengan orbitnya. Suhu planet ini sangat dingin, yaitu sekitar
minus 212 derajat Celsius.
Planet
yang berada di urutan paling jauh dari Matahari adalah planet Neptunus. Planet
ini tampak berwarna biru gelap dari kejauhan dan tidak memiliki permukaan yang
nyata. Sama halnya dengan Jupiter, Saturnus, dan Uranus, planet ini juga
terdiri atas gumpalan gas. Atmosfernya dipenuhi dengan gas metana, dan sering
terjadi badai yang sangat besar. Salah satu satelit yang mengelilingi Neptunus
bergerak berlawanan arah dengan satelit-satelit dan planet-planet lainnya.
Itulah materi kita tentang sistem tata
surya. Ternyata kita hanyalah setitik kecil dari tata surya ini ya. Dalam
materi ini, kita dapat mengambil hikmah bahwa di dalam menjalani kehidupan,
kita tidak perlu sombong karena sejatinya tidak ada yang bisa kita sombongkan.
Semua adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagai hambaNya yang bertaqwa kita
senantiasa harus selalu bersyukur atas nikmat kehidupan yang telah diberikan
olehNya.
Untuk pembelajaran kita, Ibu
telah menyiapkan sebuah katalog yang membahas tentang sistem tata surya. Di dalam
katalaog tersebut terdapat gambar-gambar, info-info menarik dan juga sebuah
lagu.
Kalian bisa mengakses katalog
pembelajaran dengan mengklik link https://drive.google.com/file/d/17NiB1v_U2gHkZfCFStW3RC4GQ1ik-v0L/view?usp=sharing
Komentar
Posting Komentar